🎇 Struktur Organisasi Media Online

StrukturOrganisasi Online Struktur Organisasi Online. Pilih template, lalu klik kotak teks untuk mulai menyesuaikan grafik. .media massa juga singkatan dari media. Secara berurutan, berikut ini struktur organisasi nu, dari pbnu sampai anak ranting nu; Peluang Usaha Online 2022 2022. Ini Berarti Bahwa Membangun Kepercayaan Sangat Penting Tindaklanjutdari hasil Focus Group Discussion (FGD) Revieu Kurikulum dan Modul pelatihan Ekonomi Kreatif Dasar adalah perlunya penyesuaian kurikulum dengan dinamika terkini serta pemutakhiran dari konten modul misal dengan mengelompokan subsektor Ekraf menjadi 3 kelompok esensi yakni dari sisi pelaku, media dan konten. Salahsatu media online yang sukses sampai sekarang ini yaitu detik com yang awal berdirinya pada era reformasi 1998 dan detikcom salah satu media online pertama di Indonesia salah sang pionir detikcom ialah Budiono Darsono yang 1 Jhon V pavlik, The Future of online Journalism, 1997. 48 berperan penting dalam eksistensi media online tersebut. 5 Struktur Organisasi. Manajemen Media Indonesia termasuk manajemen yang mengalami fase pergantian yang tidak sedikit. Pergantian manajemen Media Indonesia tentunya demi kebaikan dan kemajuan perusahaan tersebut. Adanya kerjasama dengan Surya Paloh menjadikan Media Indonesia terus berkembang hingga saat ini, dengan susunan organisaasi Kepengurusanorganisasi ini ada Pengurus Pusat atau DPP, dan ada di DPW seluruh Propinsi, dan DPC di semua Kota dan Kabupaten. Kami mengundang seluruh Media Online yang ada di Indonesia mendaftarkan diri sebagai anggota untuk mendapatkan layanan dari organisasi Pers MOI. STRUKTURORGANISASI. MANFAAT BERBAGAI VITAMIN BAGI DAYA TAHAN TUBUH SELAMA PANDEMI. KASUS COVID-19 MENINGKAT, PEMERINTAH PERKETAT PINTU MASUK INDONESIA. CARA SEHAT MENGURANGI INSOMNIA. DUKUNG PROGRAM BIAN, 7 GUBERNUR BERKOMITMEN UNTUK MENDUKUNG. RAPAT TINDAK LANJUT INTEGRASI APLIKASI KOMDAT KESMAS. SLIDER KOMPETISI GERAK LANGKAH. OptimalkanPemanfaatan Teknologi Informasi, PA Soreang Fasilitasi Mediasi Secara Elektronik. Foto: Suasana mediasi elektronik dari Ruang Media Center PA Soreang dan PA Ende Soreang || 25 Juli 2022. Dalam rangka menuju peradilan modern yang sering digaungkan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Pengadilan Agama Soreang senantiasa berkomitmen untuk selalu Pangkalpinang- Dalam rangka memeriahkan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepulauan Bangka Belitung gelar kegiatan "Fun Bike" yang diikuti oleh jajaran pegawai, baik yang berada di Kantor Wilayah maupun di Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada Jum'at, (29/07/2022).. Fun Bike dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah, T. Daniel L. Tobing StrukturOrganisasi Redaksi Media Online. Secara umum, organisasi redaksi media online sama dengan media konvensional. Posisi terpenting yang harus ada adalah pemimpin redaksi (editor in chief), redaktur (editor), reporter, dan fotografer. Sebagai gambaran, berikut ini struktur organisasi redaksi liputan6.com. ZcRab. Manajemen Media Cetak - Surat kabar, Tabloid, Majalah. HARI gini bahas media cetak? Gak aktual keles! Zaman now mah, online atuh! Euh.... bagi saya mah, membahas media cetak aktual banget, saat ini. Soalnya, saya mengajarkan mata kuliah jurnalistik cetak. Jadi, ya... aktual banget bagi saya mah! Setelah membahas pengertian jurnalistik cetak dan jenis-jenisnya, jurnalistik surat kabar, jurnalistik tabloid, dan jurnalistik majalah, kali ini saya akan bahas manajemen media cetak. Ini materi kuliah untuk saya bahas di kelas. Sebenarnya sih tidak bikin baru, tapi update tulisan saya soal manajemen media cetak yang sudah saya tulis dalam buku Jurnalistik Terapan. Pengertian Manajemen Pengertian manajemen management berlimpah-ruah di indeks Google. Intinya, manajemen adalah pengelolaan, dari kata to manage yang artinya mengatur atau mengelola. Untuk kepentingan praktis -mengelola media cetak- saya gunakan "landasan teori" konsep manajemen dari George Robert Terry dalam Asas-Asas Manajemen alih bahasa oleh Winardi, Penerbit Alumni, Bandung, 1986 “Manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan planning, pengorganisasian organizing, penggerakan actuating, dan pengendalian controlling." Formula manajemen Terry dikenal dengan singkatan POAC Planning Organizing Actuating Controlling. Manajemen Organisasi Media Manajemen organisasi media cetak secara garis besar dibagi dua bagian Bagian Redaksi Editor Department Bagian Pemasaran atau Bagian Usaha Business Department. Bagian Redaksi dipimpin oleh Kepala Bagian Redaksi yang disebut Pemimpin Redaksi. Bagian Pemasaran dipimpin olek Kepala Bagian Pemasaran atau Usaha yang disebut Manajer Pemasaran atau Pemimpin Usaha. Di atas keduanya adalah Pemimpin Umum General Manager. Bagian Redaksi Bagian Redaksi bertugas menangani isi media. Orang-orangnya disebut wartawan. Redaksi merupakan merupakan sisi ideal sebuah media atau penerbitan pers yang menjalankan visi, misi, atau idealisme media. Di bawah Pemimpin Redaksi adalah para Redaktur Editor, Reporter dan Fotografer, Koresponden, dan Kontributor wartawan freelance, penulis lepas, kolumnis. Di Bagian Redaksi biasanya ada posisi yang disebut Dewan Redaksi atau Penasihat Redaksi. Biasanya terdiri dari Pemred, Wapemred, Redpel, Pemimpin Usaha, dan orang-orang yang dipilih menjadi penasihat bidang keredaksian. Ada pula yang disebut Staf Ahli atau Redaktur Ahli, yakni orang-orang yang memiliki keahlian di bidang keilmuwan tertentu yang sewaktu-waktu masukan atau pendapatnya sangat dibutuhkan redaksi untuk kepentingan pemberitaan atau analisis berita. Bagian lain yang terkait dengan bidang keredaksian adalah Redaktur Pracetak yang membidangi tugas Desain Grafis Setting, Lay Out, dan Artistik serta Perpustakaan dan Dokumentasi. Dalam hal tertentu, bagian Penelitian dan Pengembangan Litbang dapat masuk ke bagian Redaksi. Bagian Pemasaran Bagian Usaha Business Department dalam manajemen media bertugas menyebarluaskan media massa, yakni melakukan pemasaran marketing atau penjualan saling media massa. Bagian ini merupakan sisi komersial meliputi sirkulasi/distribusi, iklan, dan promosi dengan sumber pendapatan Penjualan media oplah Penjualan ruang iklan. Biasanya, bagian pemasaran dipimpin oleh seorang Pemimpin Usaha Manajer Bisnis/Manajer Pemasaran yang membawahkan Manajer Sirkulasi - penjualan dan distribusi media. Manajer Iklan - penjualan ruang iklan atau mendatangkan sponsor. Manajer Promosi - kemitraan, kerja sama, kegiatan off-print, kehumasan public relations. Level Manajemen Berikut ini level manajemen organisasi berdasarkan konsep levels of management dan bagian yang ada dalam organisasi media cetak. Level manajemen media cetak, seperti manajemen media lain dan manajemen organisasi pada umunya terdiri dari Top Management, Middle Management, dan Lower Management. 1. Top Management Manajemen puncak atau manajemen tingkat atas di media cetak terdiri dari Pemimpin Umum General Manager. Pemimpin Redaksi Kepala Bagian Redaksi. Pemimpin Usaha/Manajer Pemasaran Kepala Bagian Usaha. 2. Middle Management Manajemen tingkat menengah dalam organisasi media cetak terdiri dari Redaktur Editor Manajer Sirkulasi Manajer Promosi Manajer Iklan 3. Lower Management Manajemen tingkat bawah dalam organisasi media cetak terdiri dari Reporter Fotografer Layouter/Desain Grafis Staf Sirkulasi Staf Promosi Staf Iklan. Manajemen Redaksi Struktur Organisasi Pemimpin Redaksi Pemred Wakil Pemred Optional Redaktur Pelaksana Optional Redaktur Editor Koordinator Liputan Optional Reporter & Fotografer Koresponden Kontributor Bidang Pendukung Redaksi Sekretariat Redaksi - Administrasi, Honor Penulis, Surat-Menyurat. Perpustakaan dan Dokumentasi. Penelitian dan Pengembangan. Job Description Manajemen Media Cetak Berikut ini uraian pekerjaan atau gambaran tugas job description dalam manajemen organisasi media. 1. Pemimpin Umum Ia bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya terhadap hukum kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan redaksional dan kepada Pemimpin Usaha sepanjang menyangkut pengusahaan penerbitan. 2. Pemimpin Redaksi Pemimpin Redaksi Editor in Chief bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. Di suratkabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jenderal atau komandan yang perintah atau kebijakannya harus dipatuhi bawahannya. Kewenangan itu dimiliki katena ia harus bertanggung jawab jika pemberitaan medianya "digugat" pihak lain. Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajuk rencana Editorial yang merupakan opini redaksi Desk opinion. Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual. 3. Redaktur Redaktur editor sebuah penerbitan pers biasanya lebih dari satu. Tugas utamanya adalah melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk Desk Editor, Redaktur Bidang, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb. 4. Redaktur Pracetak Setingkat dengan Redaktur/Editor adalah Redaktur Pracetak atau Redaktur Artistik. Ia bertanggung jawab menangani Naskah Siap Cetak All In Hand/All Up dari para redaktur, yaitu semua naskah berita yang sudah diturunkan ke percetakan dan sudah diset bersih, desain cover dan perwajahan tata letak, lay out, artistik, dan hal-ihwal sebelum koran dicetak. Bagian lain di yang berada di bawah koordinasi Redaktur Pracetak adalah Setter atau juruketik naskah. Ia bertugas mengetik naskah yang akan dimuat. Ada pula Korektor yang bertugas mengoreksi membetulkan kesalahan ketik pada naskah yang siap cetak. 5. Reporter Di bawah para editor adalah para Reporter. Mereka merupakan "prajurit" di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya. 6. Fotografer Fotografer wartawan foto atau juru potret tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang setaraf dengan wartawan tulisan reporter. Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan Foto Jurnalistik Journalistic Photography, Photographic Communications. Fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan to inform, meyakinkan to persuade, dan menghibur to entertain. 7. Koresponden Selain reporter, media massa biasanya memiliki pula Koresponden correspondent atau wartawan daerah, yaitu wartawan yang ditempatkan di negara lain atau di kota lain daerah, di luar wilayah di mana media massanya berpusat. 8. Kontributor Kontributur atau penyumbang naskah/tulisan secara struktural tidak tercantum dalam struktur organisasi redaksi. Ia terlibat di bagian redaksi secara fungsional. Kontributor terdiri dari Penulis Lepas/Penulis Artikel Opini Kolomnis, biasanya pakar di bidangnya. Karikaturis/Ilustrator Wartawan Lepas wartawan Pembantu Wartawan Lepas Freelance Journalist adalah wartawan yang tidak terikat pada media massa tertentu, sehingga bebas mengirimkan berita untuk dimuat di media mana saja, dan menerima honorarium atas tulisannya yang dimuat. Wartawan Pembantu Stringer adalah wartawan bekerja untuk sebuah perusahaan pers, namun tidak menjadi karyawan tetap perusahaan tersebut. Ia menerima honorarium atas tulisan yang dikirim atau dimuat. Manajemen Redaksional Proses Pemberitaan Berikut ini manajemen redaksional atau proses pemberitaan news processing di media cetak surat kabar, tabloid, majalah. News Planning. Rapat redaksi, penentuan topik, liputan, narasumber, pembagian tugas peliputan, penyusunan anggaran atau biaya operasional, dll. News Gathering. Mengumpulkan berita, liputan, reportase, wawancara. News Writing. Penulisan hasil liputan, penulisan berita atau feature. News Editing. Penyuntingan naskah berita oleh redaktur. News Layouting. Setting, tata letak, desain grafis oleh tim pracetak. News Printing. Proses percetakan. News Distributing. Distribusi ke pembaca atau pelanggan. Bagian sirkulasi menyebarkan media ke agen-agen, distributor, atau pengecer. Demikian Manajemen Media Cetak dan organisasi media pada umumnya. Wasalam. Referensi Jurnalistik Praktis, Asep Syamsul M. Romli; Remaja Rosda Karya, 1998. Jurnalistik Terapan, Asep Syamsul M. Romli; Batic Press, 2001. Jurnalisme Dasar Luwi Ishwara; Penerbit Buku Kompas, Desember 2005 Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa Ashadi Siregar dkk, Kanisius 1999. Manajemen Penerbitan Pers Totok Djuroto. Remaja Rosda Karya, 2000. Saat ini internet telah merubah ruang berita. Berita-berita lebih mudah didapat, lebih cepat, dan penyebarannya lebih luas. Pada era media online sekarang ini memaksa juenalisme untuk selalu update terhadap informasi sesuai dengan reportasenya. Sehingga jurnalisme memiliki kebebasan dalam meng-upload berita tanpa terbatas oleh waktu. Hadirnya media online membuat jurnalisme memiliki konsekuensi adalah berkurangnya fungsi editor dari sebuah lembaga pers yang mekanisme kerjanya membutuhkan waktu yang relatif panjang. Karena dalam media online kecepatan penyampaian sebuah berita sangatlah berpengaruh. Sehingga manajemen yang ada juga berbeda dengan manajemen media online. Menurut Siregar yang dikutip oleh James Stoner dan kawan-kawan dalam buku Manajemen menyatakan bahwa Manajemen media merupakan bagian dari manajemen komunikasi dan bagian dari studi media yang definisinya sebagai berikut Managemen media dipahami sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana pengelolaan media dengan prinsip-prinsip dan seluruh proses manajemennya dilakukan, baik terhadap media sebagai industri yang bersifat komersial maupun sosial, media sebagai institusi komersial maupun institusi Manajemen media yang dijalankan oleh media online tentu memiliki karakteristik berbeda dengan media konvensional, seperti media yang berbasis cetak. Kehadiran internet dan kemajuan teknologi membuat orang bisa mengakses informasi di mana saja secara cepat dan lengkap sesuai kebutuhan dengan teknologi mobile. Pada pengelolaan media dilakukan manajemen media online sebaik mungkin karena setiap perusahaan media online, baik media lokal maupun media nasional, memiliki sistem kerja yang terangkum dalam proses manajemen persnya masing-masing. Manajemen media online menerapakan visi dan misi yang meliputi bagaimana menentukan sifat dan ruang lingkup tugas yang hendak dilaksanakan, bagaimana manajemen memilih dan menentukan segmentasi dari pengunjung media online, bagaimana manjemen mempersiapkan rencana tindakan, bagaimana manajemen membangun pengawasan terhadap kinerja bawahannya dilapangan, dan bagaimana manajemen menjalin komunikasi dengan bawahannya. Keberhasilan sebuah media online tidak lepas dari penerapan fungsi manajemen. Sampai sejauh ini, fungsi-fungsi manajemen atau disebut juga unsur-unsur manajemen belum 38James Stoner, dkk, Manajemen Edisi Indonesia; Jakarta PT. Prenhallindo, 1995, h. 11-12. disepakati oleh para praktisi maupun para teoretikus, sehingga menimbulkan banyak pendapat dari para Pada penelitian ini, penulis menganalisa manajemen redaksi Tribun Timur menggunakan teori fungsi manajemen sebagaimana diungkapkan George R. Terry yang dikutip oleh Sukarna dalam buku Dasar-Dasar Manajemen, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling. Ada pun perinciannya sebagai berikut40 1. Fungsi Perencanaan Planning Tahap awal dalam melakukan sebuah kegiatan ialah perencanaan. Perencanaan adalah pemilihan serangkaian kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang dilakukan, kapan, bagaimana, dan oleh Dapat dikatakan bahwa perencanaan adalah sebuah kegiatan yang mencakup semua kegiatan yang dimulai dari pembahasan ide gagasan awal sampai dengan pelaksanaan proses pencarian berita. Fungsi perencanaan dari sebuah media online, harus mengedepankan visi dan misi yang diusung oleh media online tersebut. Hal ini menjadi penting dikarenakan sebuah media online yang ada harus bisa mempertahankan eksistensinya ditengah-tengah persaingan media-media online yang ada. Bagaiman cara mempertahankan eksistensi tersebut, tergantung pada bagaimana media online tetap pada track atau jalan yang telah ditentukan. Dalam kaitannya dengan website media online, dapat terus menyediakan berita atau informasi sesuai dengan tujuan awal berdirinya media online ini. Kemudian penerapan dari fungsi perencanaan dari media berita adalah tahapan perencanaan penentuan kebijakan isi pemberitaan dan membahas 39Usman Effendi, Asas Manajemen Jakarta Rajawali Pers, 2014, h. 18. 40Sukarna, Dasar-Dasar Manajemen Bandung CV. Mandar Maju, 2011, h. 10. 41Usman Effendi, Asas Manajemen, h. 79. berita yang perlu ditindak lanjuti. Selanjutnya fungsi perencanaan, sebagaimana telah diurai pada bagian sebelumnya, merupakan kegiatan yang dimulai dari pembahasan ide gagasan awal sampai dengan pelaksanaan proses pencarian berita. Planning yang efektif didasarkan pada fakta dan informasi, bukan atas dasar emosi atau keinginan. Seorang Manajer yang baik adalah Manajer yang tidak mendahulukan egonya. Ia senantiasa memutuskan sesuatu berdasarkan kebutuhan organisasi agar kerja organisasi bisa mencapai tujuannya. Seorang perencana harus mampu menggambarkan pola kegiatan yang diusulkan itu secara jelas dan gamblang. Dengan planning, para Manajer berusaha untuk melihat ke depan, memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan, menyiapkan alat-alat darurat, menjabarkan kegiatan dan membuat urutan prioritas untuk mencapai Ada beberapa tindakan yang harus dilalui dalam tingkatan proses perencanaan adalah sebagai berikut a. Menetapkan tugas dan tujuan, yaitu memberikan tugas yang akan dilaksanakan serta menjelaskan tujuan tugas tersebut. Pada titik ini, seorang Manajer atau pemimpin redaksi harus mampu menjelaskan kepada anggotanya mengenai tugas peliputan, pemuatan tulisan dan lain sebagainya disesuaikan dengan ideologi media. b. Mengobservasi dan menganalisis, yaitu mengobservasi faktor yang mempermudah untuk mencapai tujuan. Dalam tahap ini, segala kelemahan, kekurangan, dan hambatan diidentifikasi untuk mengukur sejauh mana media tersebut mampu mencapai tujuannya. 42George R. Terry, Prinsip-Prinsip Manajemen, terj. J. Smith Jakarta PT Bumi Aksara, 2012 h. 47. c. Mengidentifikasi alternatif, yaitu saat perencanaan tidak berjalan sebagaimana mestinya, Manajer harus mampu memberikan tawaran alternatif. d. Membuat sintesis, yaitu beberapa tawaran alternatif tidak mungkin dipilih salah satu saja. Sebab alternatif mengandung sisi positif dan negatif. Pada tahap ini, pembuat rencana harus membuat berbagai kemungkinan, misalnya dengan menggabungkan beberapa Aspek timing di dalam perencanaan juga penting terhadap media online. Ada waktu-waktu tertentu yang ditetapkan untuk melaksanakan suatu kegiatan. Dengan menentukan waktu pelaksanaan, hal ini mempermudah organisasi mencapai tujuannya. Misalnya dalam melakukan liputan, sebaiknya diberikan tenggat waktu agar tidak menumpuk dengan liputan lainnya. 2. Fungsi Pengorganisasian Organizing Kemudian yang kedua adalah fungsi pengorganisasian organizing, yaitu para Manajer itu mengkoordinir sumber daya manusia dan sumber daya bahan yang dimiliki organisasi. Sejauh mana efektifnya suatu organisasi tergantung pada kemampuannya untuk mengerahkan sumber daya yang ada dalam mencapai tujuannya. Tentu saja, dengan makin terpadu dan makin terarahnya pekerjaan akan menghasilkan makin efektifnya organisasi. Mendapatkan koordinasi yang sedemikian itu adalah salah satu tugas Manajer. Hal ini berkaitan dengan bagaimana struktur manajemen beserta tugas pokok dan fungsinya. Media online memiliki struktur organisasi yaitu; Pimpinan Redaksi yang tugasnya mengawasi kinerja media; dewan redaksi yang bertugas menentukan arah kebijakan secara bermusyawarah; videografi bertugas dalam pembuatan video; foto konten kreator 43Usman Effendi, Asas Manajemen, h. 82. bertugas dalam editing gambar; dan fotografer memiliki tugas dalam mengumpulkan foto. Untuk pembagian anggota yang mengisi posisi redaksi dalam struktur di dalam media online ini dapat dijabarkan terdiri dari reporter/ fotografer berjumlah tiga orang, dewan redaksi berjumlah empat orang, konten kreator berjumlah dua orang. Setelah rencana-rencana disusun, maka tugas Manajer selanjutnya adalah mengorganisasi sumber-sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. tahap ini disebut dengan pengorganisasian organizing. Pengorganisasian organizing merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang Apabila pengorganisasian dilaksanakan dengan baik maka dia akan dapat, anata lain a. Menjelaskan siapa yang akan melakukan apa. b. Menjelaskan siapa yang memimpin siapa. c. Menjelaskan saluran-saluran komunikasi. d. Memusatkan sumber-sumber daya terhadap Dalam menjalankan fungsi pengorganisasian ini, seorang Manajer atau pemimpin redaksi memiliki keleluasaan untuk membentuk divisi-divisi sesuai dengan kebutuhan medianya. Tidak ada patokan khusus untuk membentuk divisi- divisi dalam organisasi atau media. Namun dalam menyusun sebuah organisasi media sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan media tersebut. Kebutuhan media online tentu berbeda dengan media cetak. Apalagi jika dikelola oleh sebuah komunitas dengan jumlah yang terbatas. Efektivitas dan efisiensi menjadi hal yang 44Usman Effendi, Asas Manajemen, h. 127. 45Winardi, Asas-asas Manajemen Jakarta Mandar Maju, 2010, h. 376. vital dalam menyusun sebuah organisasi media. Kebutuhan ini didasarkan pada kenyataan perbedaan proses produksi media lama dengan media baru online. Pada media lama, setelah informasi diolah dan ditulis, kemudian memasuki proses pra-cetak, lalu dilakukan percetakan dan akhirnya distribusi. Hal tersebut berbeda dengan proses media online yang tidak memerlukan proses pracetak dan Berikut ini alur proses produksi media lama dan media baru47 Alur produksi media lama Alur produksi media baru Gambar 1 Alur Produksi Media 3. Fungsi Pengarahan Actuating Pengarahan adalah fungsi manajemen yang berkaitan dengan kegiatan melakukan pengarahan-pengarahan, tugas-tugas, dan Selanjutnya fungsi pengarahan actuating menunjukkan bagaimana para Manajer mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya, menggunakan orang lain untuk melaksanakan tugas tertentu, dengan menciptakan suasana yang tepat, mereka membantu bawahannya bekerja sebaik mungkin. Pada tahap pelaksanaan inilah kemudian setiap perencanaan yang telah di buat akan diaplikasikan ke dalam kegiatan yang sesungguhnya. Setiap teori yang telah dirancang harus dipraktekkan dalam bentuk nyata sebuah 46Yosal Iriantara, Manajemen Media Massa Edisi Kedua. Jakarta Universitas Terbuka, 2014, h. 47Yosal Iriantara, Manajemen Media Massa, h. 48Zulkifly Amsyah, MLS., Manajemen Sistem Informasi Jakarta Gramedia, 2005, h. 65. Peristiwa Peliputan Penulisan Penyuntingan Pra-cetak Cetak Distribusi Khlayak Peristiwa Peliputan Penulisan Penyuntingan Upload/ Transisi Khlayak pelaksanaan kegiatan yang terorganisir hingga tahap akhir guna meraih tujuan yang diharapkan tentunya. Sedangkan untuk penempatan bagian pada reporter, media online tidak memiliki standartisasi latar belakang harus seorang jurnalis. Pada dasarnya, fungsi pengarahan bagi Manajer adalah untuk menjelaskan kepada anggotanya apa yang harus mereka lakukan dan membantunya untuk melakukan yang terbaik sesuai kemampuannya. Hal ini mencakup tiga sub-fungsi, yaitu komunikasi, kepemimpinan dan Dalam menjalankan fungsi ini, seorang Manajer atau pemimpin redaksi mengarahkan anggotanya untuk melakukan apa yang diinginkan dan apa yang harus anggota tersebut Suatu keterampilan utama yang diharapkan dari seorang Manajer ialah kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif. Keterampilan untuk memberlakukan kebijaksanaan, mengusahakan supaya instruksi-instruksinya dapat dipahami dengan jelas dan menyempurnakan pelaksanaan kerja tergantung dari komunikasi yang Tanpa komunikasi yang efektif, seorang Manajer akan kesulitan untuk mengomunikasikan perintah kepada para bawahannya. George R. Terry mengungkapkan beberapa hal yang dapat membantu komunikasi menjadi efektif, di antaranya ialah a. Mengetahui sepenuhnya hal-hal yang ingin dikomunikasikan. b. Berkomunikasi secukupnya. c. Menyadari bahwa komunikasi dapat diubah distribusinya. Tripathi & Reddy, Principles of Management New Delhi, Tata Mc-Graw Hill, h. 4. 50Hetty Ismainar, Administrasi Kesehatan Masyarakat Yogyakarta, Deepublish 2013, h. 34. 51George R. Terry, terj. J. Smith, Prinsip-prinsip Manajemen, h. 144. d. Gunakan simbol-simbol dan alat visual yang Kepemimpinan merupakan suatu ilmu yang mengkaji secara komprehensif tentang bagaimana mengarahkan, mempengaruhi, dan mengawasi orang lain untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang direncanakan. Sementara definisi kepemimpinan sangat beragam di antaranya ialah pendapat yang disampaikan oleh Richard L. Daft, bahwa “Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang yang mengarah pada pencapaian tujuan”.53 Dalam mencapai tujuan tersebut, seorang pemimpin memiliki ciri-ciri yang diklasifikasikan menjadi delapan oleh George R. Terry antara lain a. Energi mempunyai kekuatan mental dan fisik b. Stabilitas emosi seorang pemimpin tidak boleh berprasangka jelek terhadap bawahannya. c. Human relationship mempunyai pengetahuan tentang hubungan manusia. d. Personal motivation keinginan untuk menjadi pemimpin harus besar, dan dapat memotivasi diri sendiri. e. Communication skill mempunyai kecakapan untuk berkomunikasi. f. Teaching skill mempunyai kecakapan untuk mengajarkan, menjelaskan dan mengembangkan bawahannya. g. Social skill mempunyai keahlian di bidang sosial, supaya terjamin kepercayaan dan kesetiaan bawahannya. h. Technical competent mempunyai kecakapan menganalisis, merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan, dan mampu 52George R. Terry, terj. J. Smith, Prinsip-prinsip Manajemen, h. 149-150. 53Irham Fahmi, Manajemen, Teori, Kasus, dan Solusi Bandung, Alfabeta 2012, h. 57. menyusun Sedangkan motivasi ialah aktivitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan. Santoso Suroso mendefinisikan motivasi sebagai suatu set atau kumpulan perilaku yang memberikan landasan bagi seseorang untuk bertindak dalam suatu cara yang diarahkan kepada tujuan spesifik Motivasi berkaitan dengan kebutuhan. Untuk mencapai keadaan termotivasi, maka kita harus mempunyai kebutuhan tertentu, yang harus dipenuhi. Dalam fungsi ini, seorang Manajer harus mampu memberi apa yang dibutuhkan oleh bawahannya. 4. Fungsi Pengawasan Controlling Pengawasan controlling berarti para Manajer berusaha untuk meyakinkan bahwa media online bergerak dalam arah tujuan. Apabila salah satu bagian dari media online menuju arah yang salah, para Manajer berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkannya kembali ke tujuan yang benar. Sejalan dengan teori tersebut, media online juga melakukan evaluasi dalam setiap kegiatan. Selain itu juga, anggota media online juga mempunyai grup whatsapp untuk digunakan sebagai tempat berkomunikasi bagi para anggotanya. Persiapan suatu standar kualitas dan kuantitas hasil kerja, pelaksanaan tugas setiap bagian kerja, menyeleksi produk, produktivitas kinerja anggota, agar tercipta kesan yang positif. Dalam hal ini, penulis akan melihat bagaimana manajemen media online bisa mengelola situsnya agar terus berjalan setiap hari dengan pengawasan yang telah ditetapkan. Seorang manajer digital harus memastikan bahwa segala sesuatu terjadi sesuai dengan rencana yang 54Irham Fahmi, Manajemen, Teori, Kasus, dan Solusi, h. 61. 55Irham Fahmi, Manajemen, Teori, Kasus, dan Solusi, h. 143. telah ditentukan. Ketika organisasi sudah bergerak menuju tujuannya, Manajer harus memonitor kemajuan untuk memastikan bahwa organisasi tersebut berkinerja sesuai rencana sehingga menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang telah ditentukan. Dalam media online bentuk penyajian berita pada umumnya menggunakan teks, gambar, audio, dan visual. Konsekuensinya, model-model jurnalisme via internet dan teknologi seluler yang mengusung kecanggihan teknologi ini juga membawa pengaruh bagi praktik kerja jurnalisme mainstream cetak, radio, dan televisi. Misalnya salah satu bentuk media online, yakni situs berita. Sebuah situs berita dirancang untuk diakses secara gratis oleh pembaca. Tidak seperti media massa konvensional sebelumnya yang memilki bentuk fisik media, media online terdiri atas halaman-halaman website di dalamnya. Distribusi produk media online lebih kepada distribusi informasi dengan cara akses terhadap situs media online yang bersangkutan lewat jaringan internet. Selain itu, adapun klasifikasi manajemen media online antara lain 1. Desain Media Online Bagian desain web design bertanggung jawab atas tampilan website. Desain media online hendaknya ringan fast loading, bersih clean, ramah pengguna user friendly, ramah seluler mobile friendly atau responsive, dan ramah mesin pencari SEO friendly. Bagian desain ini bisa hanya satu orang, yakni seorang Web Desainer atau Web Developer. Bagian desain ini pula bertanggung jawab atas SEO website. Di media konvensional cetak, bagian desain ini adalah divisi penerbitan atau percetakan publishing department yang menangani desain layout tata letak media hingga percetakan. Pada media elektornik, bagian desain ini adalah bagian teknik yang mengurusi peralatan siaran broadcasting tools mulai dari pemancar, antena, hingga mixer audio console dan mikrofon di ruang studio. 2. Konten Bagian konten atau isi media dikelola oleh tim redaksi editorial department, yaitu para wartawan. Struktur organisasi redaksi media umumnya terdiri dari pemimpin redaksi, redaktur/ editor, reporter/ fotografer, dan koresponden/ kontributor. Dari segi tulisan atau jenis informasi, konten media online secara umum sama dengan media cetak, yaitu berita, artikel, dan feature. Dari segi format, konten media online tidak hanya berupa teks tulisan, tapi juga format lain, seperti video dan audio, sebagaimana karakteristik media online. Dari segi topik, konten media online bisa beragam, mulai sosial, politik, ekonomi, hiburan, hingga olah raga, atau fokus ke topik tertentu, misalnya sport, teknologi, pertanian, kesehatan, atau dunia selebritas. Situs berita umumnya berisi ragam topik. Website resmi instansi/ lembaga umumnya berisi informasi kegiatan serta produk atau layanan. 3. Pemasaran Bagian Pemasaran marketing bertanggung jawab mempromosikan media secara online dan offline. Pemasaran dalam media online adalah kegiatan komunikasi pemasaran dengan menggunakan media internet. Pada awalnya menggunakan halaman-halaman berformat HTML yang bisa diakses oleh pengguna Internet. Itulah awal dari website yang kemudian menjadi “rumah kedua” bagi perusahaan-perusahaan yang sudah eksis untuk menampilkan jati dirinya. Pada perkembangannya pemasaran online tidak hanya menggunakan media website, namun juga email dan aplikasi-aplikasi lain yang berjalan di atas protocol internet. Terdapat banyak alasan mengapa internet menjadi alat pemasaran yang ideal. Internet bisa menjangkau jutaan orang tetapi juga masih bisa digunakan untuk mengejar target pasaran yang terdiri dari sekelompok individu tertentu. 24 jam dalam tujuh hari sangat menarik dan tidak terdapat batasan geografis. Menurut internet Marketing for Dummies, internet adalah sarana yang ideal sekaligus yang terburuk untuk memasang iklan. Bagusnya adalah iklan online sangat mudah untuk melacak jumlah orang yang telah mengunjungi iklan yang dipasang. Segi buruknya adalah tidak bisa memastikan bahwa iklan tersebut langsung menghasilkan penjualan. Pemasaran media online mulai populer sejalan dengan makin populernya penggunaan internet. Sebelum adanya pemasaran media online, kegiatan pemasaran membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Akibatnya para perusahaan kecil atau yang baru bertumbuh tidak mampu melakukan aktivitas pemasaran secara optimal. C. Faktor-Faktor Pendukung dan Penghambat Media Online Pengertian, Fungsi, dan Elemen Manajemen Media Online atau Pengelolaan Situs Web Berita. SAYA sudah share tentang manajemen media massa secara umum di postingan Struktur Organisasi Media. Kali ini saya coba menggambarkan manajemen media online atau situs berita, sekaligus menjawab pertanyaan seorang Facebook friend. Media online yang dimaksud penanya adalah media siber atau situs berita. Sebenarnya, dalam pengertian umum, media online adalah segala jenis media atau sarana komunikasi yang tersedia di internet, termasuk aplikasi perpesanan WhatsApp dan media sosial. Jika mengacu pada pengertian media online secara umum, maka akun media sosial yang kita miliki juga harus dikelola dengan baik dan ini juga namanya manajemen media online. Manajemen media sosial misalnya bagaimana memilih foto profil, memilih nama akun, nama display, dan manajemen konten status update/postingan. Manajemen artinya pengelolaan, pengurusan, atau pengaturan. Dari kata to manage yang artinya mengurus, mengatur, melaksanakan, atau mengelola. Menurut kamus bahasa, manajamen artinya penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Manajemen juga berarti pimpinan yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. Yang dimaksud media online dalam postingan ini adalah media pers, media jurnalistik, media berita, atau media siber cyber media, yatu media massa yang tersaji di internet –situs berita, majalah online, koran online. Manajemen media online secara praktis artinya mengelola situs web berita. Konsep manajemen media online ini juga bisa diterapkan dalam mengelola website resmi lembaga/instansi dan website pribadi blog. Ruang lingkup manajemen media online sama dengan manajemen media pada umumnya, yaitu meliputi desain, konten, dan marketing –sebagaimana dijelaskan di subjudul Elemen Manajemen Media Online. Fungsi Manajemen Media Online Fungsi manajemen media daring hakikatnya sama dengan fungsi manajemen secara umum. Misalnya fungsi manajemen menurut Geroge Terry dalam Principles of Management yang dikenal dengan singkatan POAC. Planning perencanaan Organizing pengorganisasian Actuating penggerakan, pengarahan, pelaksanaan Controlling pengawasan, termasuk evaluasi. Dalam manajemen media online, perencanaan dimulai dengan membuat media online resmi agar kredibel, termasuk langkah paling awal yaitu memilih nama domain dan nama media. Dalam perencanaan ini, ditentukan elemen manajemen media online –desain, konten, pemasaran– yang akan dibahas di bagian berikutnya dalam artikel ini. Dalam pengorganisasian, dibentuk tiga tim untuk mengelola media online Tim Redaksi Editor Department — terdiri dari pemimpin redaksi, redaktur editor, dan reporter –termasuk fotografer. Tim Pemasaran Marketing Department — terdiri dari manajer pemasaran atau pemimpin usaha, staf promosi, termasuk tim media sosial untuk Social Media Marketing SMM. Tim IT Information Technology — terdiri dari web developer, web designer, webmaster, dan SEO specialist. Elemen Manajemen Media Online Di berbagai pelatihan tentang media online, termasuk pelatihan mengelola situs web instansi/perusahaan, saya biasa mengklasifikasi manajemen media online dalam tiga bagian desain, konten, dan pemasaran. 1. Desain Media Online Bagian desain web design bertanggung jawab atas tampilan website. Desain media online hendaknya ringan fast loading, bersih clean, ramah pengguna user friendly, ramah seluler mobile friendly atau responsive, dan ramah mesin pencari SEO friendly. Baca Juga Desain Web SEO Friendly Bagian desain ini bisa hanya satu orang, yakni seorang web desainer atau web developer. Bagian desain ini pula bertanggung jawab atas SEO Website. Di media konvensional cetak, bagian desain ini adalah divisi penerbitan atau percetakan publishing department yang menangani desain layout tata letak media hingga percetakan. Di media elektornik, bagian desain ini adalah bagian teknik yang mengurusi peralatan siaran broadcasting tools mulai dari pemancar, antena, hingga mixer audio console dan mikrofon di ruang studio. Jika situs web Anda menggunakan CMS WordPress, untuk desain web berita Anda yang bagus bisa gunakan Tema WP Terbaik untuk Situs Berita. 2. Konten Konten adalah isi media. Bagian konten media online dikelola oleh tim redaksi editorial department, yaitu para wartawan. Struktur organisasi redaksi media umumnya terdiri dari Pemimpin Redaksi Redaktur/Editor Reporter/Fotografer Koresponden/Kontributor. Dari segi tulisan atau jenis informasi, konten media online secara umum sama dengan media cetak, yaitu berita, artikel, dan feature. Baca Jenis-Jenis Tulisan Jurnalistik. Dari segi format, konten media online tidak hanya berupa teks tulisan, tapi juga format lain, seperti video dan audio, sebagaimana karakteristik media online. Dari segi topik, konten media online bisa beragam, mulai sosial, politik, ekonomi, hiburan, hingga olah raga, atau fokus ke topik tertentu, misalnya sport, teknologi, pertanian, kesehatan, atau dunia selebritas. Situs berita umumnya berisi ragam topik. Web resmi instansi/lembaga umumnya berisi informasi kegiatan serta produk atau layanan. 3. Pemasaran Bagian Pemasaran marketing bertanggung jawab mempromosikan media secara online dan offline. Pemasaran secara online –disebut online marketing– termasuk Search Engine Optimization SEO, Social Media Marketing SMM, Social Media Optimization SMO, dan pemasaran konten content marketing. Bagian pemasaran atau promosi ini bertugas mempromosikan dan menyebarkan konten media ke berbagai akun media sosial, terutama Facebook dan Twitter. Di era media sosial, bagian marketing dituntut piawai mengelola media sosial social media strategy untuk meraih jumlah pengunjung trafik atau jumlah kunjungan halaman page views. Tentu saja, bagian marketing ini pula yang mencari sponsor, iklan, atau menangani AdSense. Demikian ulasan ringkas mengenai Manajemen Media Online. Selengkapnya bisa Anda simak di buku saya, Jurnalistik Online Panduan Mengelola Media Online. Wasalam.

struktur organisasi media online